
Keseimbangan, harmoni, dan kemampuan beradaptasi bukan hanya aspek penting dari identitas budaya, tetapi juga merupakan filosofi hidup yang mendasar dalam pemikiran Asia Timur. Di dunia modern saat ini, memahami dan terhubung dengan berbagai budaya bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga sebuah tanggung jawab.
Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang makna budaya, nilai-nilai pendidikan, dan penerapan praktis dari filsafat Kayon (Indonesia), prinsip-prinsip Feng Shui (Tiongkok), serta gerbang Đình dan Gongs (Vietnam) dalam lingkungan pendidikan.
Meskipun ringkas dalam sepuluh bab dengan lebih dari lima puluh halaman, saya yakin bahwa buku ini memberikan pembaca perspektif yang kaya, menarik, dan bernilai tentang berbagai tradisi budaya. Wawasan ini bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai simbol abadi dari aspirasi umat manusia akan harmoni, keseimbangan, dan keterhubungan dalam era globalisasi.
Terinspirasi oleh makna simbolik dari artefak budaya — dari gerbang Đình dan Gongs Vietnam hingga filsafat Tri Hita Karana dan Gotong Royong di Indonesia — penulis mengusulkan aktivitas pendidikan yang dinamis, menarik, praktis, dan bermanfaat untuk diterapkan di kelas-kelas modern.
Meskipun singkat, saya yakin bahwa gagasan penulis ini memberikan fondasi yang kuat bagi pengambil kebijakan pendidikan, guru, peneliti, dan orang tua untuk mengimplementasikan dan mengembangkan pembelajaran yang beragam dan interaktif. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya selaras dengan identitas budaya lokal, tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya — sebuah kompetensi yang sangat penting di dunia yang semakin terhubung saat ini.
CHOW TENG POH
Bajrāṅgī Īśvara