
Dengan hormat dan bangga, saya menyambut hadirnya buku Pembelajaran Pervasif: Menjembatani Kearifan Kuno dan Pendidikan Siap Masa Depan karya Chow Teng Poh. Saya mengapresiasi buku ini karena menghadirkan gagasan filosofis yang menawarkan perspektif baru dalam menghubungkan pendidikan modern dengan nilai-nilai kearifan tradisional.
Dalam konteks pendidikan abad ini, konsep pembelajaran pervasif menjadi semakin relevan. Pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi meluas ke dunia nyata, menjadikan proses belajar lebih bermakna dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui buku ini, penulis secara cermat mengintegrasikan mitologi budaya Wanara dan Kapi sebagai metafora untuk model pendidikan yang adaptif, dinamis, dan berakar pada nilai-nilai budaya. Keterkaitan antara teknologi, literasi digital, dan kebijaksanaan tradisional yang diusung dalam buku ini merupakan pendekatan luar biasa dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Dengan menggabungkan teori-teori pendidikan modern seperti Konstruktivisme, Konektivisme, dan Teori Penentuan Nasib Sendiri, buku ini mengajak kita untuk memandang pendidikan sebagai ekosistem yang terus berkembang—fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
Sebagai seseorang yang memiliki komitmen terhadap pengembangan dan pelestarian seni, budaya, serta pendidikan melalui perguruan tinggi, saya menyambut baik kehadiran buku ini sebagai sumber inspirasi bagi para pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan. Buku ini bukan hanya menyajikan teori, tetapi juga mengajak kita merenungkan bagaimana kebijaksanaan masa lalu dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik.
CHOW TENG POH
Bajrāṅgī Īśvara