school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

Segera Terbit

AKIBAT SUKA BERBOHONG

Penulis: ANNISA AULIA ISNAINI

Jumlah halaman : 18

ukuran : custom (13x25

ISBN: -

Di suatu siang, seperti biasa mereka sedang asik duduk di atas pohon mahoni sambil berbincangbincang. Tora membawa korek api dan memainkannya. Loli pun memperingatkan Tora supaya ber hati-hati kalau bermain korek api.

Read more...

MANAJEMEN PENDIDIKAN OLAHRAGA CABANG RENANG

Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien. Kegiatan manajemen pendidikan di sekolah sebagai penunjang untuk meningkatkan keefektifan program kegiatan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Tujuan manajemen pendidikan di sekolah agar dapat terciptanya kerja sama yang baik, harmonis dalam mendayagunakan segala sumber, baik sumber manusisa maupun materil (non manusia), sehingga sumber yang ada di sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang program pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien.


Penulis :Dr. Drs. Enjang Sudarman. M.Si & Dede Yusup S.Pd. M.Pd
Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, S.H, M. E.Sy
Layout/Cover: Tim MaSagi

ISBN: -

Jumlah halaman: 209

Ukuran buku: A5

Read more...

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Pembelajaran PAI tidak hanya difokuskan pada pemberian    pembekalan kemampuan pengetahuan yang bersifat teoritis saja,    seharusnya pengalaman belajar yang dimiliki peserta didik itu    senantiasa terkait dengan permasalahan aktual yang terjadi di    lingkungannya. Model pembelajaran PAI berbasis    Contextual    Teaching and Learning    (CTL) adalah keterkaitan setiap materi atau    topik pembelajaran dengan kehidupan nyata dan bermuara    kepada dampaknya bagi keberagamaan. Penelitian ini    menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.    Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara,    dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan    pengumpulan data, penyajian data, dan pengolahan data.


Penulis : Dr. SARWANI, M.Ag.
Editor: Haris Maiza Putra, S.H.I, MH
Layout/Cover: Tim MaSagi

ISBN: -

Jumlah halaman: 300

Ukuran buku: A5

Read more...

EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA

Lembaga pendidikan sebagai salah satu bentuk pelayanan publik membutuhkan manusia sebagai sumber daya pendukung utama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu lembaga dalam mencapai tujuan, akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang ada didalamnya. Salah satu sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan yang mempunyai peran penting terhadap peningkatan mutu pendidikan adalah pengawas pendidikan.
Di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 3 ayat (2) berbunyi: “Pengelolaan pendidikan agama dilaksanakan oleh Menteri Agama”. Hal ini menegaskan bahwa pemerintah sangat serius mengelola pendidikan agama, sehingga secara khusus yang mengatur pola pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada tiap jenjang pendidikan formal, nonformal, dan informal menjadi kewenengan Kementerian Agama. 


Penulis : Dra. Sri Sari Haladi, M.Pd.
Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, SH M.E.Sy
Desain Sampul dan Layout: Masagi
ISBN: - 

jumlah halaman: 149

ukuran buku: A5

Read more...

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KINERJA MADRASAH PROGRAM KEAGAMAAN

Arah kebijakan pengembangan Madrasah oleh Kementerian Agama RI adalah tidak saja memperluas akses agar anak-anak Indonesia yang berusia madrasah mendapatkan layanan pendidikan madrasah dengan baik dan tata kelola manajemen madrasah dikembangkan. Namun juga peningkatan mutu madrasah. Madrasah di Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dikancah nasional dan global.
Keberadaan Madrasah Aliyah Negeri adalah sebagian dari madrasah aliyah di Indonesia yang menerapkan madrasah program Khusus Keagamaan (MAPK). Perkembangan MAN sekarang memiliki 4 jurusan, salah satunya adalah Jurusan keagamaan yang dikenal dengan MAN PK. MAN PK adalah Madrasah Aliyah Program Keagamaan dengan program wajib asrama, yang ditujukan untuk menyempurnakan MAPK/MAK yang ada sejak Prof. Dr. Munawir Syadzali, MA. menjabat sebagai menteri Agama RI. MAPK memadukan sistem pendidikan Formal Madrasah dengan metode dirasah ma’hadi,


Penulis : Dr. RISWAN, M.AP, CCMs
Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, SH M.E.Sy
Layout/Cover: Tim MaSagi

ISBN: -

Jumlah halaman: 329

Ukuran buku: A5

Read more...

STRATEGI DAN OPTIMALISASI FUNGSI LEMBAGA PENGELOLA ZAKAT

Salah satu upaya untuk menggali dan mengembangkan potensi zakat adalah    dengan mengoptimalkan fungsi lembaga pengelola zakat. Hal ini harus    didukung oleh sumber daya yang memadai, melalui pelayanan yang mudah,    cepat, tepat, akurat serta transparan. Dari sisi pengumpulan riil, jumlah zakat    yang berhasil dikumpulkan oleh lembaga pengelola zakat resmi di seluruh    Indonesia masih sangat jauh di bawah total potensinya.    

Strategi lembaga pengelola zakat dalam pendistribusian zakat,    dilakukan dengan pola distribusi konsumtif dan produktif. Distribusi    konsumtif dan produktif dilakukan dengan 4 (empat) bentuk sebagai berikut:    Pertama,    distribusi bersifat konsumtif tradisional yaitu zakat dibagikan kepada    mustahik untuk dimanfaatkan secara langsung dalam rangka pemenuhan    kebutuhan pokok mustahik, seperti pendistribusian zakat trah.    Kedua,    distribusi bersifat konsumtif kreatif yaitu zakat yang diberikan dalam bentuk    wujud lain dari bentuk barang semula, seperti zakat yang diberikan dalam    bentuk alat sekolah, dan lain-lain.    Ketiga,    distribusi bersifat produktif    tradisional yaitu zakat yang diberikan dalam bentuk barang-barang yang    produktif, seperti zakat berupa binatang ternak seperti sapi, kambing dan lain-   lain.    Keempat,    distribusi bersifat produktif kreatif yaitu zakat yang diwujudkan    dalam bentuk permodalan baik untuk membangun proyek sosial atau    menambah modal mustahik yang menjalankan usaha sebagai pedagang kecil.


Penulis : Dr. Sabar, SE.,M.Ak.,Ak.,CA.,CPA
Editor: Dr. Yulia Fithriany Rahmah, S.P., M.E
Desain Sampul dan Layout: Masagi

ISBN: -

Jumlah halaman: 212

Ukuran buku: A5

Read more...

MANAJEMEN PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENANAMAN NILAI NILAI MULTIKULTURAL DI MADRASAH

Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan akan berlangsung selama hidupnya. Pendidikan memiliki peranan strategis dalam menyiapkan generasi yang berkualitas. Oleh karena itu dalam proses pendidikan diperlukan partisipasi dari seluruh komponen pendidikan untuk mencapai tujuan.
Pendidikan dilakukan untuk menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan anak menjadi pribadi yang baik. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang.


Penulis: Dr. DIAN RIFIA JAYA, S.Ag., M.Pd.I

Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, S.H, M. E.Sy
Layout/Cover: Tim MaSagi 

ISBN: - 

Jumlah halaman: 245

Ukuran buku: A5

Read more...

MANAJEMEN PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MEWUJUDKAN GURU PROFESIONAL

Penulis: Dr. H. SAEPULLOH, M.Pd.I

Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, S.H, M. E.Sy
Layout/Cover: Tim MaSagi

ISBN: - 

Jumlah Halaman: 307

Ukuran buku: A5


Buku ini menelaah dan membahas hal ahwal cara kepala madrasah membina para guru supaya menjadi guru profesional. Peneliti menghadirkan disertasi ini dengan tajuk “Manajemen Peningkatan Kinerja Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional” Penelaahan berfokus pada peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam meningkatkan kinerja guru di madrasah. Dalam meningkatkan kinerja guru, peran kepala madrasah tidak terlepas dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang ia lakukan untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas atau di madrasah.

Dengan rasa tawaduk, penulis mengakui bahwa tak ada gading yang tak retak. Tak terkecuali disertasi ini pun jauh dari kesempurnaan. Ketidaksempurnaan menjadi bukti bahwa buku ini memang disusun oleh Saepulloh, seorang manusia yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Kesempurnaan hanya milik Allah Subḥānallāh. Sesungguhnya penulis merasa “ngeri” menghadapi segala kritikan. Kritikan, yang membangun sekalipun, acapkali menyesakkan dada dan menyisakan kepedihan. Namun di balik kepedihan, mestilah ada perbaikan, bukan untuk kesempurnaan, melainkan sekadar untuk mengurangi kekurangan yang ada. Kebenaran yang hakiki hanya milik Allah semata wa allāhu a lamu bi al-ṡawāb. Terakhir, mudah-mudahan buku ini dapat menghadirkan secuil kemanfaatan dan kemaslahatan bagi siapa pun yang berkenan

Read more...

Catatan Akhir Untuk Kina

Perkenalkan dialah Kina, Wanita yang aku temui saat aku duduk di kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA), tapi aku telah mengagguminya sejak duduk di kelas 11. Saat itu posisi kelas kami bersebelahan, namun aku tidak berani menyapanya karena saat itu aku anak yang bernyali kecil, apalagi untuk mengajak berkenalan.
Sejak saat kelas 11 aku sudah mengetahui Kina, Ya. Kina begitu panggilannya, aku sudah banyak mencari tau bagaimana Kina, lewat sosial media miliknya, saat itu facebook. Aku juga sudah tahu apa arti dibalik nama Kina yang mungkin Kina sendiri tidak tau apa arti dari nama Kina.

Penulis: Wimba Wisesa

Jumlah Halaman: 132

Ukuran Buku: A5

ISBN: -

 

Read more...

3 Birds on a wire

Penulis: Diva

Editor: Zahra

ISBN: - 

Jumlah halaman: vii+260

Ukuran buku : A5


Zeekara Ola adalah perempuan cantik yang identik dengan iris mata cokelat terang dengan rambut panjang sepunggung, selain karena sifatnya yang simpatik dia juga seorang ketua kelas

.....

Buku ini aku tulis dengan tulus. Semua perasaan dan emosi aku tumpahkan pada setiap bab-nya, aku harap kalian bisa merasakan emosiku di sana.

Read more...

MANAJEMEN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI

Penulis: Dr. Hj. Elisa Roosmawati, M.Pd.I

Editor: Dr. Diana Farid, S.Ag, SH M.E.Sy
Layout/Cover: Tim MaSagi

ISBN: Proses

Jumlah halaman: 247

Ukuran buku: A5


Peningkatan kualitas pendidikan merupakan sesuatu yang harus dilakukan seiring dengan peningkatan informasi dan teknologi. Khususnya guru harus siap mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan profesinya. Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. Hal ini berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Kenyataannya, tidak semua guru bisa dan cepat merespon peraturan-peraturan pemerintah dan berbagai kebijakan. Guru lebih menunggu fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Untuk itu guru perlu dipacu untuk mengembangkan diri dalam meningkatkan profesionalisme. PKB diharapkan dapat menciptakan guru yang profesional tidak hanya dalam kemampuan IPTEK tetapi juga memiliki kepribadian yang matang.

Read more...

Muhammadiyah di Kangean 1965-2000

Penulis : Moh. Arif Raziqy, S.T.,S.Hum.,M.Hum.

Desain Sampul dan Layout : Tim PSS

ISBN: sedang proses
Jumlah ahalaman : 124

Ukuran : a5


Deskripsi buku:

Kehadiran Muhammadiyah di Pulau Kangean mengalami penolakan, karena mereka hadir  di sebuah wilayah (pulau)  yang sudah berpaham Islam tradisional (NU). Disamping itu Kangean yang merupakan bagian dari Madura juga sangat fanatik dengan ajaran para pendahulunya. Hal ini yang menjadi tantangan Muhammadiyah dalam berdakwah di Pulau ini.

Sebelum berbicara bagaimana Muhammadiyah di Kangean, penulis akan menghadirkan gambaran pola Muhammadiyah di Perkotaan studi kasus di Yogyakarta. Setidaknya ada tiga hal yang mendukung perkembangan Muhammadiyah. Pertama, di berbagai daerah sebelum Muhammadiyah berdiri diawali terlebih dahulu dengan didirikan kelompok pengajian yang sejalan dengan Muhammadiyah. Fenomena yang sama juga berlangsung di dalam kota Yogyakarta sendiri, hal mana Kiyai Dahlan menganjurkan kepada umat Islam yang sejalan dengan Muhammadiyah untuk membentuk kelompok pengajian. Kedua, peran Penghulu dalam pertumbuhan awal Muhammadiyah sangat besar –kalau tidak boleh dikatakan menentukan. Hal ini karena, mengutip Muhammad Hisyam, sebagian besar Pangulu di Jawa mendukung gerakan pembaruan Muhammadiyah. Ketiga, peran Kampung Kauman yang terdapat di hampir semua kota kabupaten di Pulau Jawa dalam menopang pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah juga cukup besar. Modelnya adalah Kampung Kauman Yogyakarta. Kampung Kauman Yogyakarta sebagai tempat tinggal para abdi dalem Keraton Yogyakarta untuk urusan keagamaan (Pangulu dan Ketib), dan sebagai pusat persemaian benih-benih gerakan Muhammadiyah, ternyata secara tradisional merupakan pusat industri batik. Kyai Dahlan sendiri dikenal sebagai pedagang batik, yang tidak asing dan pernah mengunjungi beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Tampaknya, jaringan Pangulon dan perdagangan batik dari Kauman Yogyakarta itu kemudian berkembang menjadi model yang khas bagi sebagian besar kampung suatu komunitas keagamaaan (yang juga dinamakan kauman) di banyak daerah di Jawa. Jaringan tersebut sangat berjasa dalam perkembangan Muhammadiyah, terutama di Pulau Jawa.

Sementara itu Muhammadiyah di Kota Mojokerto kehadiran Muhammadiyah mirip dengan pola Yogyakarta dimulai dari pengajian-pengajian yang bertempat di Mushalla dan kegiatan pengajian ini diselenggarakan oleh pemilik mushalla yang merasa cocok dengan paham Muhammadiyah. Pada perkembangannya berlanjut dengan mendirikan Masjid dan sekolah. Sebagai amal usahanya Muhammadiyah di Mojokerto mendirikan Panti Asuhan Yatim (PAY).

Kehadiran Muhammadiyah di Lamongan berbeda dengan Mojokerto walau berada pada satu wilayah, yaitu Jawa Timur. Di Lamongan tokoh perintis Muhammadiyah adalah mereka yang berlatar belakang Nahdhatul Ulama (NU), sehingga masalah konflik bisa dengan mudah diatasi. Konflik dipicu oleh politik identitas atau lebih tepatnya konflik itu muncul pada masa-masa politis yang menggunakan identitas NU dan Muhammadiyah sehingga berujung dengan pendirian masjid yang berbeda dan juga mushalla yang berbeda.

Muhammadiyah di Lamongan disebarkan di kalangan pedagang, guru, pegawai pemerintah dan komunitas perkotaan. Sedangkan yang unik pada wilayah Lamongan ini Muhammadiyah lebih dulu berkembang di desa dan merambat ke kota, sehingga berkembang dengan baik khususnya di wilayah pesisir.

Muhammadiyah di Kangean mempunyai ciri yang berbeda. Hal itu bisa dilihat, pada awalnya Muhammadiyah di Kangean bersifar personal (perorangan), ketika sering mendapatkan serangan verbal berupa singgungan maka mengkristal membentuk kelompok kecil yang militan dan memisahkan diri dari masyarakat Kangean secara khusus. Pada wilayah pedesaan dan kepulauan Muhammadiyah lebih berfokus pada perbaikan pendidikan dan sarana ibadah saja.

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Halaman 35 dari 37

Chat

0812-1603-3775