Ini kisahku, Syakira Nadja seorang perempuan berusia 15 tahun yang terlahir dari keluarga sederhana tapi berkecukupan. Pada suatu hari COVID-19 melanda Indonesia. Di sinilah masalahku dimulai. Sekolah ditutup, lockdown di setiap daerah, sampai usaha ayahku bangkrut dan di sinilah mimpi buruk itu dimulai. Rasa takut, kecemasan kini menjadi teman hidupku. Inilah ceritaku bersama mimpi burukku.
Sejak kecil hidupku berkecukupan, segala keinginanku selalu terkabulkan oleh kedua orang tuaku sampai aku beranjak remaja lebih tepatnya kelas 2 SMP, di mana di saat itu aku melihat saudara laki-lakiku dibunuh temanku di depan mata kepalaku sendiri.
Saat itu di hari Sabtu yang cerah dan indah aku sedang berkutik melukis di sebuah taman yang nyaman dan asri lalu tidak sengaja aku mendengar Amigo—temanku sedang menelepon seseorang, aku bisa mendengar obrolan mereka sedikit. Sepertinya Amigo mengajaknya untuk bertemu di suatu tempat. Di situ aku bingung ketika Amigo berpamitan kepadaku dan berjalan menuju gang sempit. Apa ia sedang memesan sesuatu?
Diam-diam tergesa gesa aku membuntutinya dari belakang, Amigo sesekali menoleh tetapi aku langsung bersembunyi. Sesampainya di gang sempit itu, ku lihat Amigo bertemu seorang lelaki memakai kemeja putih memakai masker dan kacamata. Ketika dia membuka maskernya, betapa terkejutnya aku bahwa ternyata itu Zaid, kakak laki lakiku. Di situ aku bingung dan bertanya
Penulis: Nikita Juliana
Editor: Try Riduwan Santoso
Layout: & Cover: Tim PSS
Jumlah halaman: 127
Ukuran buku A5 (21cm)