school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

Segera Terbit

KEABADIAN YANG BELUM SELESAI

KEABADIAN YANG BELUM SELESAI

Pada mulanya puisi. Ia mengalami tatanan hidup yang samar saat masa pendudukan Jepang. Di puisi, ia kadang-kadang ikut menyuarakan yang dikehendaki banyak orang meskipun ada yang muslihat. Propaganda telah mencampuri kemauan-kemauan bersastra yang mendapat pengawasan mata-militer, bukannya mata estetika.
Yang menulis puisi itu bernama Usmar Ismail. Ia tergoda dengan rayuan-rayuan Jepang yang sedang ingin mencipta sandiwara akbar di Indonesia. Usmar Ismail tak melupa menyajikan renungan-renungan yang religius. Yang tak ketinggalan, renungan-renungan eksistensialis.
Pada akhirnya, ia tak selamanya menulis puisi. Yang teringat adalah keberanian menyuguhkan cerita-cerita di panggung. Jadilah ia dalam pentas-pentas sandiwara. Usmar Ismail menempuhi jalan yang tidak terlalu jauh dari sastra. Tangan-tangan terus menulis menghasilkan naskah-naskah sandiwara yang ikut memberikan pengaruh dalam perkembangan teater di Indonesia. Di puncak berkesian, Usmair Ismail adalah pembuat film.


Chat

0812-1603-3775