Buku Tirta Carita: Sendang Malang di Cekung Gunung ini melintasi narasi legenda dan warisan ekologis yang dipersembahkan oleh kota Malang, sebuah wilayah di tengah pegunungan Jawa Timur. Buku ini membuka pintu gerbang menuju kekayaan folklor keberadaan mata air (sendang) di Malang. Terlebih dari itu, buku ini juga membahas aspek ekologis yang menyertai cerita-cerita itu. Mata air di Malang, sebagai sumber kehidupan yang tak ternilai harganya, menyimpan rahasia ekosistem yang rapuh dan perlu dijaga.
Melalui kajian tentang dinamika beberapa sumber mata air di Malang Raya tampak bahwa keberadaan beberapa folklor di sumber mata air sebenarnya terbukti ampuh untuk menjaga kelestarian. Beberapa sumber mata air yang memiliki folklor yang kuat dan banyak varian kisah, entah berupa cerita lisan dalam bentuk legenda, mitologi dan tabu, membuat sumber mata air di Malang Raya sedikit lebih terawat daripada yang kurang memiliki varian folklor. Sumber mata air yang memiliki folklor kuat itu di antaranya Sumber Mata Air Songgoriti, Wendit, Polaman, Karuman, Tegaltawang (Joyo Suko Krajan atau Kasin), Tlogosari dan Bejisari. Sementara, sumber mata air yang kurang memiliki varian folklor adalah Sumber Mata Air Sumberjo, Sumbersareh, Sumberalur, Ngelo, Ngaglik dan Lamer tampak kurang terawat. Sayangnya beberapa folklor di sumber mata air itu tidak utuh dan tampak fragmentaris. Selain masalah itu, tantangan ekonomi, pembangunan, fundamentalisme agama dan juga modernitas menjadi tantangan berat kelestarian sumber mata air di Malang Raya.