school and education

Talk to us

0812-1603-3775

BRIDGING AND PRESERVING KNOWLEDGE. Penerbit Putra Surya Santosa (PSS). Tentang kami

Further Studies in Poetry

Secara sederhana, pengarang adalah orang yang menulis sebuah cerita. Dia adalah pencetus atau pencipta karyanya, oleh karena itu dia memiliki otoritas untuk melakukan apa yang dia inginkan dalam cerita. Dalam puisi, pengarang disebut pujangga atau penyair. Sebagai contoh: Penyair Amerika Edgar Allan Poe yang menulis “Annabel Lee”, penyair Inggris Samuel Taylor Coleridge yang menulis “The Rime of the Ancient Mariner”, dan penyair Amerika lainnya Robert Frost yang menulis “The Road Not Taken”.

Pengarang berbeda dengan narator. Meski secara fisik sama, secara konseptual keduanya berbeda. Narator adalah orang yang bercerita, biasanya hanya ada dalam karya fiksi atau puisi. Seorang narator dapat menjadi karakter dalam sebuah teks; namun, narator tidak harus menjadi karakter. Tujuan utama seorang narator adalah untuk menceritakan sebuah kisah. Apa yang bisa dan tidak bisa dilihat narator menentukan perspektif teks dan juga menentukan seberapa banyak yang diketahui pembaca. Sedangkan narator merupakan bagian integral dari sebuah cerita. Meskipun dia mungkin atau mungkin bukan karakter dalam sebuah cerita, Narator mengembangkan suaranya sendiri. Cara penulis menggambarkan narator menentukan bagaimana teks diterima oleh pembaca. Jika narator digambarkan dengan baik, buku itu akan ditulis dengan baik, dan sebaliknya. Narator yang baik membuat pembaca ingin terus membaca teks. Narator yang baik membuat pembaca merasa seperti dia benar-benar tenggelam dalam alur cerita dan kehidupan karakter. Dalam puisi seorang narator disebut juga pembicara, karena dalam puisi narator lebih sering mengutarakan pikirannya daripada menceritakan sebuah cerita. Mari kita lihat contoh di dalam sajak “Annabel Lee”. Sajak ini dituturkan oleh seorang anak laki-laki yang merupakan kekasih Annabel Lee. Di sini, penutur mengutuk keras orang-orang, dan makhluk gaib, yang mencoba menghalangi cinta mereka. Pada akhirnya, penutur mengaku bahwa cintanya dengan Annabel Lee begitu kuat, bahkan setelah kematiannya, mereka masih bersama. Berbeda dengan narator sajak “Annabel Lee” yang mengutarakan pemikirannya, narator di dalam sajak “The Rime of the Ancient Mariner” menceritakan sebuah kisah. 


Judul: Further Studies in Poetry

Penulis: HASBI ASSIDDIQI & PEPEN PRIYAWAN
Editor: Dian Nurrachman
Proofreader: Riza Rahayu Muludi
ISBN: 

Design cover: Hasbi Assiddiqi
Cetakan: Pertama, Januari 2023
Ukuran 14x21 cm
Tebal halaman x+199 hlm
Diterbitkan oleh: CV. PUTRA SURYA SANTOSA


Chat

0812-1603-3775