Sampul Jejak Rasa
Buku

Jejak Rasa

oleh Najibul Mahbub

Segera Terbit Terbit 2026
Sinopsis

Jejak Rasa adalah kumpulan puisi Najibul Mahbub yang merekam berbagai kegelisahan, kerinduan, kekaguman, dan perenungan penyair terhadap negeri, manusia, agama, kebudayaan, serta kehidupan sehari-hari.

Buku ini membawa pembaca menyusuri wajah sebuah negeri yang sedang gelisah. Bencana, ketidakadilan, kemiskinan, kekuasaan, korupsi, hilangnya kepedulian, hingga persoalan kemanusiaan di Gaza hadir sebagai bagian dari suara puitik yang kritis sekaligus reflektif. Puisi-puisi seperti “Negeri yang Gelisah”, “Negeri Gemar Berpidato”, “Indonesia Adalah Kita”, “Akal Serakah”, hingga “Negeri yang Diam-diam Menangis” menunjukkan perhatian kuat penyair terhadap keadaan masyarakat dan bangsa.

Namun, Jejak Rasa tidak semata-mata menjadi buku tentang kritik sosial. Di dalamnya terdapat pula kerinduan terhadap sosok-sosok yang dianggap memberi teladan bagi bangsa. Gus Dur hadir sebagai figur yang dirindukan karena gagasannya tentang demokrasi, kemanusiaan, penghargaan terhadap keberagaman, dan pembelaan terhadap kelompok yang tertindas. Sosok Kartini pun dihadirkan sebagai ruang refleksi tentang pendidikan, budaya, dan perubahan zaman.

Puisi-puisi dalam buku ini juga membawa pembaca pada ruang-ruang yang lebih dekat dan akrab: kota, alun-alun, Pekalongan, kehidupan masyarakat, tradisi, kuliner, serta perjumpaan dengan orang-orang sederhana. “Malam di Alun-Alun Tegal Kota” dan “Kota Seribu Rupa”, misalnya, menangkap kehidupan kota melalui aktivitas masyarakat, seniman, pedagang, anak-anak jalanan, hingga kekayaan budaya dan bahasa lokal.

Pada akhirnya, Jejak Rasa adalah perjalanan batin seorang penyair yang menjadikan puisi sebagai cara untuk bersuara. Ada marah, sedih, rindu, kagum, kritik, doa, sekaligus harapan. Kata-kata di dalamnya bukan sekadar rangkaian larik, melainkan upaya untuk mengabadikan apa yang dirasakan dan disaksikan: tentang negeri yang terluka, manusia yang bertahan, tokoh yang dirindukan, dan harapan agar kepedulian terhadap sesama tidak pernah kehilangan tempat.


 

Penulis Najibul Mahbub

Kata Pengantar Dr. Heru Mugiarso, M.Psi.

Editor Najibul Mahbub & Evah Nafilati

Layout & Cover Design Najibul Mahbub