Dalam pandangan masyarakat adat Kasepuhan, hidup adalah harmoni antara manusia, alam, dan leluhur. Tubuh bukan sekadar jasmani, melainkan bagian dari leuweung, dari tanah tempat berpijak, dan dari semesta yang dijaga dengan pikukuh dan adat. Maka, ketika kita berbicara tentang kesehatan reproduksi, kita tidak hanya berbicara tentang tubuh, tetapi juga tentang kelangsungan hidup, kehormatan keluarga, keberlangsungan adat, dan tanggung jawab antargenerasi.
Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa literasi kesehatan reproduksi di komunitas adat tidak bisa disamakan dengan pendekatan pada masyarakat umum. Diperlukan pemahaman mendalam terhadap sistem nilai, bahasa lokal, serta struktur sosial yang hidup dan tumbuh dalam komunitas. Pendekatan yang terburu-buru atau semata-mata medis justru berpotensi menyingkirkan makna-makna penting yang terkandung dalam kearifan lokal.
Melalui kajian dan dialog dengan masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi, penulis menemukan bahwa pengetahuan tentang tubuh dan kesehatan telah hidup lama dalam ungkapan, pantangan, ritual, dan nasihat para tetua. Literasi kesehatan dalam konteks ini haruslah menjadi jembatan dua arah: antara ilmu modern dan pengetahuan lokal, antara kampus dan leuweung, antara klinik dan lembur.
Penulis:
-
Titi Nurhayati
-
Uyu Wahyudin
-
Iip Saripah
-
Joni Rahmat Pramudia
Desain Cover & Layout:
-
Tim Desain
Editor:
-
Dr. Yusmanto, S.Pd., M.T.
Jumlah halaman: 219
U kuran buku: 21cm