Karakter, bahasa sederhananya disebut perilaku yang dalam agama Islam disebut akhlak. Walau akhlak lebih luas maknanya namun kesamaan dengan karakter ada pada wujud yang ditampilkan, yakni perbuatan. Setiap orang tua bahkan pribadi yang bersangkutan itu sendiri tidak memandang siapapun dirinya, latar belakang apa pun yang disandangnya sejatinya pasti berkeinginan menjadi baik dan perbuatannya harus berwujud baik bahkan
memberikan manfaat kebaikan. Jadi karakter merupakan sesuatu yang khas dimiliki seseorang dengan orientasi kebaikan. Kebaikan atau baik atau terbaik dalam kearifan lokal orang Melayu sebagian disebut Buntat. Buntat dalam bahasa Melayu berarti induknya permata atau barang yang paling berharga. Ia laksana intan yang dinantikan kehadirannya, bangga adanya dan Alhamdulillah ia dibela-bela agar tetap ada karena kebaikannya. Kebaikan itu adalah sesuatu yang bernilai, berharga bahkan dianggap sangat penting dalam kehidupan. Orang banyak berjuang dan mengusahakan sesuatu benda dan melakukan pekerjaan karena adanya kebaikan. Kebaikan adalah nilai yang harus diadakan dan diupakan agar tetap ada. Begitulah Buntat karena ia merupakan spesial yang menyenangkan, menyejukan pandangan mata, memberikan manfaat dan membuat kebahagiaan (Qurrota a’yun).
Oleh karenanya Buntat sesungguhnya adalah seseorang memiliki sesuatu yang dianggap baik dan merasakan bahagia karenanya. Jadi, Buntat sebagai karakter merupakan akhlak dan perbuatan yang dipahami baik dan diakui baik bahkan dianggap benar.
Penulis: Dr. Wahab, M.Ag., Dr. Hemafitria, M.Pd
Editor: Irma Kusumawati, S.Pd.I., Minarti, S.Pd.
Layout & Cover: Purnita
Jumlah halaman: 170
ukuran buku: A5 (21cm)