Buku ini menyimpulkan bahwa pencegahan perundungan melalui pendidikan humanisme perspektif Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui pendekatan Person Centered Therapy (PCT). Model pembelajaran Person Centered Therapy pada dasarnya hampir sama dengan pembelajaran umumnya, akan tetapi dalam proses pembelajaran berorientasi pada nilai-nilai humanis yang bertanggung jawab
atas hidup dan kedewasaannya, serta memberikan penegasan bahwa manusia mempunyai kecendrungan yang kuat untuk mencapai aktualisasi diri. Kecendrungan aktualisasi dirilah yang diartikan sebagai motivasi individu yang mempunyai tujuan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Isyarat Al-Qur’an terkait kesimpulan ini ditemukan pada QS. Al-Hujurat/49: 11, Al-Mu’minun/23:110, Al-Ahzab/33: 70-71, Al-Hujurat/49: 14, Al-Hujurat/49: 9 - 10.
Buku ini dilatarbelakangi oleh berbagai konsepsi dan model pendidikan Person Centered Therapy Humanistik dalam mengatasi perundungan perspektif Al-Qur’an. Hal ini sejalan dengan QS. Al-Hujurat/49:11 sebagai upaya penanggulangan perundungan. Peserta didik dimaknai sebagai makhluk yang memiliki potensi dan kebebasan untuk mengaktualisasikan diri dari potensi tersebut. Penulisan buku ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang pendidikanhumanisme dalam mengatasi perundungan, mengungkapkan konsep Al-Qur’an tentang humanisme dan pencegahan perundungan, dan mengetahui model pendidikan humanisme dan model pencegahan perundungan dalam Al-Qur’an.
Buku ini mendukung pendapat Soleh (2022), Mohammad Muhtadi (2018) dan Abdurrahman Mas’ud (2022) yang menyatakan bahwa, setiap peserta didik memiliki fitrah bawaan, dengan fitrah bawaannya peserta didik dapat
mengoptimalisasikan potensi, serta dapat mengembangkan kecerdasan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik
Penulis :Dr. Siti Fatimah, M.Ag
Jumlah halaman: 306
ukuran buku: A5 (21cm)