Dalam setiap dekade, kehidupan manusia tidak pernah luput dari peran perempuan. Akan selalu ada beragam cerita dan pengalaman menarik bagaimana perempuan diperlakukan.
Terkadang, perempuan hanya bisa memiliki peran tradisional, dimana ia hanya memiliki kesibukan mengurus rumah tangga, membesarkan anak-anak, ataupun merawat para orangtua. Ada pula masanya ketika perempuan diperlakukan layaknya barang yang dapat diperjualbelikan atau bahkan seperti warisan yang
dapat berpindah tangan. Namun tidak sedikit pula kita mendengar ada perempuan-perempuan yang mendapatkan haknya, dan menjalankan peran lebih dari itu. Pada zaman kuno, mungkin kita tidak asing mendengar nama Ratu Cleopatra sebagai penguasa Mesir, ataupun Ratu Saba dari negeri Yaman. Pada periode Islam, kita juga akan menemukan nama-nama seperti Khadijah binti Khuwaylid, istri Nabi Muhammad SAW sekaligus seorang pengusaha sukses yang memiliki peran signifikan pada masa awal perkembangan Islam, juga Aisha bint Abu Bakar seorang ulama perempuan. Di era-era berikutnya, semakin banyak kita menemukan bagaimana perempuan-perempuan tidak hanya berperan dalam sektor domestik, tapi juga dalam lingkup yang lebih luas. Baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Sebagai contoh; Fatimah al Fihri seorang tokoh pendidikan, atau Rabi’ah al Adawiyah seorang tokoh Sufi.
Penulis: Nisfia Nurul Laila, Intan Zihane, Pipih Nurhasanah, Latifah Ainun Qolbi, Imtiyaz Zay Balqis Jazuli, Olivia Cahyani, Hasna Nabila Khoirunnisa, Robiy’atul Adawiyah Hasibuan, Neilil Khusna, Nalita Widia Umari
Editor: Salsadilla Musrianti, Rahma Aulia
Layout & Cover: Atiqa Zia Latifa, Maziyatul wahidah
Ukuran buku: 21
Jumlah halaman: 87