Drama adalah salah satu genre sastra yang sangat popular di semua kalangan. Karya sastra satu ini banyak digemari karena dapat menampilkan perwatakan dari setiap tokoh dalam cerita dengan segala tingkah lakunya mulai dari tokoh yang memiliki karakter lucu, lugu, pintar, cerdas, licik, dll. Para penonton sudah tidak perlu membaca teks dan membayangkan segala peristiwa dalam cerita karena semua yang ada dalam jalan cerita telah
diperankan oleh para aktor. Dengan begitu, mereka hanya tinggal duduk santai sambal menikmati setiap adegan yang telah disajikan. Keterampilan menulis teks drama adalah salah satu keterampilan menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan untuk peserta didik SMA kelas XI. Pada keterampilan ini, peserta didik tidak hanya dibimbing untuk mementaskan sebuah pergelaran drama saja, namun mereka juga dibimbing untuk dapat membuat sebuah naskah drama. Proses kreatif dan keterampilan bernalar kritis sangat diperlukan dalam keterampilan satu ini. Peserta didik harus dapat memikirkan suatu topik yang hendak diangkat ke dalam sebuah jalan cerita. Hal ini sejalan dengan yang diutarakan oleh Anwar (2019, h. 106) yang menyatakan sebagai berikut. Sebuah karya sastra dipersepsikan sebagai ungkapan nyata kehidupan dan konteks penyajiannya disusun secara terstruktur, menarik, serta menggunakan media bahasa berupa teks yang disusun melalui pengalaman dan pengetahuan secara potensial memiliki berbagai macam bentuk representasi kehidupan. Dalam pembelajaran menulis teks drama keterampilan menulis adalah hal yang sangat penting. Namun, di situlah tantangannya. Kemampuan menulis relatif lebih sulit karena melibatkan olah pikir, pilihan kata, susunan bahasa, gaya penulisan, sukar menemukan ide atau bingung harus memulai menulis dari mana. Pandangan lainnya turut diungkap bahwa penggunaan media dan metode yang tepat dapat meningkatkan keterampilan menulis naskah drama, dalam hal ini media kartu gambar dengan metode picture and picture yang digunakan (Kusumawati, 2016, h. 36). Seperti halnya ketika menulis naskah drama, peserta didik yang menulis naskah drama harus memiliki imajinasi pementasan yang terbentuk ketika proses
Penulis:
• Marini Razanah
• Prof. Dr. Ade Hikmat M. Pd
• Dr. Wini Tarmini, M.Pd
• Dr. Imam Safi’i , M.Pd
Desain Cover & Lay Out : Wengki Fitrison
Editor : Prof. Dr. Nani Solihati, M.Pd
Agustus, 2024, Cetakan I
jumlah halaman: 85
Ukuran: 21