Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari apa yang disebut keluarga. Keluarga merupakan sentral dari kehidupan manusia; dari keluarga itulah manusia membina dan membangun generasi; dari keluarga itulah masing-masing memiliki rasa tanggung jawab untuk melakukan tugasnya sebagai anggota keluarga; dari keluarga itulah rasa agama dan keagamaan dapat dibina dan dibangun.
Keluarga dalam pandangan Islam mempunyai arti yang tidak kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dengan meletakkan kaidah-kaidah yang arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Keluarga adalah batu bata pertama untuk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yang diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yang mampu meninggikan Kalimat Allah.
Keluarga,1 dalam sistem kehidupan sosial menempati kedudukan yang sangat penting. Karena fungsi dari institusi keluarga menjadi tolak ukur kebahagiaan suatu masyarakat.2 Apabila fungsi ini tidak berjalan dengan baik, maka akan muncul persoalan-persoalan sosial yang tidak hanya berdampak pada keluarga tetapi juga pada masyarakat. Secara umum fungsi keluarga meliputi pengaturan seksual, reproduksi, sosialisasi, pemeliharaan, penempatan anak dalam masyarakat, pemuas kebutuhan perseorangan, dan control sosial.3 Karenanya hampir seluruh budaya bangsa menempatkan kehidupan keluarga sebagai kehidupan yang sebenarnya. Biasanya, bangunan keluarga terbentuk oleh dua hal, pertama karena hubungan darah (natural blood ties) dan kedua karena adanya pernikahan (marriage)
Penulis: Dr. Capt. H. Isa Amsyari, M.M.Tr.,M.Mar
Editor: Dr. H. Nuryamin, M.Ag
Layout/Cover: Tim MaSagi
jumlah halaman: 376
Ukuran buku: A5 (21cm)