Matahari tidak pernah di langit sendirian. Setidaknya itu yang kita tahu dan kita yakini hingga di usia begini. Ah ..., itu juga tergantung dari siapa yang akan membaca tulisan-tulisan dalam buku ini. Semua tergantung sudut pandang dan bagaimana kita melihat sudut pandang. Apakah kita mau melihat dari atas menara pandang, di sisi selatan Jam Gadang, atau dari bawah flyover?
Dari semua tempat yang bisa kita jangkau, sekali lagi ... matahari tidak pernah sendirian, bukan? Juga benda-benda langit, udara, dan darat. Segala yang ada di dalam dunia ini memiliki pasangan dan teman. Tidak ada yang benar-benar sendirian.
Kesendirian hanyalah ciptaan semu dari semangat manusia yang patah dan menolak untuk tumbuh. Tumbuhan, hewan, tidak ada yang sendiri. Harimau yang berburu pun membutuhkan semak belukar untuk bersembunyi dan menipu mangsa buruannya.
Ini adalah penjelasan panjang dari hipotesa jika manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia tidak bisa anti sosial. Sebagai makhluk paling sempurna, manusia adalah penghuni bumi yang membutuhkan unsur atau element lain dalam kehidupannya.
Penulis: Candrika Adhiyasa
Penyunting: Patricia Anggi
Proofreader: Ebrahimi Endah Priatna
Tata Letak: Deacha
Desain Sampul: Tasori
Jumlah halaman: 134
Ukuran buku: A5 (21cm)