Proses turunnya Al-Qur‟an secara bertahap memiliki beberapa faedah, salah satunya ialah mampu menjawab problematika masyarakat. Allah SWT. seakan-akan langsung memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan manusia melalui Al-Qur‟an (Rahmawati & Muhammad Gufron, 2013, hal. 19). Proses ini berpengaruh besar terhadap pembentukan umat.
Pada periode Mekah, ayat-ayat yang turun berkaitan dengan tauhid dan keadilan sosial. Setelah itu pada periode Madinah ayat yang turun berkaitan dengan hukum dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu harta benda, keluarga, pidana dan pemerintahan. Semuanya turun secara bertahap sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu (Supiana & Karman, 2002, hal. 58). Seringkali Allah SWT. -melalui ayat Al-Qur‟an- itu merespon kegelisahan dari para sahabat yang diutarakan kepada Nabi SAW., sekaligus menjadi justifikasi atas perilaku, aktifitas, dan kebiasaan yang tampilkan oleh Rasulullah SAW (Anwar, 2012, hal. 35-36).
Begitu juga dengan ayat-ayat yang dinisbatkan kepada nabi-nabi dalam bentuk doa. Ada faktor pendorong baik secara psikologis maupun secara sosiologis yang memicu para nabi untuk mengucapkan doa tersebut. Satu contoh kisah nabi Ibrahim a.s. yang berdoa saat diperintahkan untuk membiarkan keluarganya, yakni istri dan anaknya tetap berada di tempat yang gersang di Mekah (Shihab, 2013, hal. 141). Sebagai kepala keluarga yang baik, Nabi Ibrahim tidak sampai hati meninggalkan keluarganya dalam kondisi tersebut sehingga memohon kepada Allah SWT. berupa rizki dari buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan mereka. Faktor pendorong baik secara psikologis maupun sosiologis ini menunjukkan bahwa peristiwa doa tidak sekedar peristiwa spiritual saja, tetapi juga ada rangkaian peristiwa intelektual dan emosional.
Asumsi dari pernyataan di atas adalah setidaknya manusia memiliki tiga kecerdasan dalam menjalani kehidupan, yaitu kecerdasan intelektual (intelligence quotient) –selanjutnya disebut dengan IQ-, kecerdasan emosional (emotional intelligence) atau yang popular disebut dengan emotional quotient (EQ), dan kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yang sering disebut dengan istilah spiritual quotient (SQ).
Penulis :
Ahmad Nurkholis, S.Th.I., M.Ag.
Hanif Mudhofar, S.Th.I., M.Hum
Editor:
Dr. Diana Farid, M.E.Sy
Layout/Cover:
Tim MaSagi
Jumlah halaman: 190
Ukuran buku: A5 (21cm)
Cetakan Pertama, Agustus 2023
ISBN : -
Penerbit:
CV. PUTRA SURYA SANTOSA
Alamat: Perum Permata Godean 1 C3, Desa Sidokarto
RT. 02/05 Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
HP: 08121603-3775