SEBATAS DAPUR DAN MIMPI

Arga bekerja sebagai buruh bongkar muat di pasar induk. Kadang pulang bawa upah, kadang pulang bawa punggung pegal tanpa uang sama sekali. Dini tahu Arga sudah mencoba segalanya, tapi tetap saja, dapur mereka sering kalah dengan angka di buku catatan.
Pagi datang dengan suara bocor di ember penampung air hujan. Dini sibuk di dapur menanak nasi, menumis sisa tempe semalam. Rafa merengek, lapar. Arga duduk di lantai, menatap punggung Dini.










